PENATAAN LAPANGAN PANCASILA DIPOLITISIR JADI ISSUE SESAT

Bupati Ende Don Bosco M. Wangge menegaskan, issu yang beredar di tengah masyarakat Kabupaten Ende, khususnya di kalangan umat Islam saat ini yang menyatakan adanya keinginan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati untuk merehab Lapangan Pancasila sehingga tidak dapat digunakan lagi umat Islam untuk beribadah pada hari raya agama seperti pelaksanaan Sholat Ied, adalah tidak benar dan sesat. Issu ini sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab. Penegasan Bupati Don Wangge ini disampaikan saat meresmikan penggunaan sumur bor Pondok Pesantren Walisongo Kelurahan Rukun Lima Kecamatan Ende Selatan Kamis 29/08.  

Terkait issue tersebut Bupati Don menjelaskan bahwa Lapangan Pancasila merupakan bagian dari Situs Bung Karno, sehingga Pemerintah Pusat mempunyai kepedulian terhadap Bung Karno dan Kota Ende khususnya Lapangan Pancasila. Bentuk kepedulian tersebut dengan cara merehab Lapangan Pancasila menjadi lebih asri dan indah dan selanjutnya ditanami rumput. Sehingga kedepannya pada pelaksanaan sholat Ied bagi Umat Islam, kondisi Lapangan Pancasila tidak lagi berdebu dan Umat Islam tidak harus menggunakan koran untuk alas duduk. 

 “ Jadi saya tegaskan lagi di tempat ini, bahwa tidak benar informasi yang berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Ende saat ini khususnya di kalangan umat Islam yang mengatakan kalau saya selaku Bupati akan merehab Lapangan Pancasila sehingga kedepannya lapangan Pancasila tersebut tidak dapat digunakan umat Islam untuk beribadah. Justru sebaliknya rehab Lapangan Pancasila nanti akan membuat lapangan lebih indah dan asri sehingga pada pelaksanaan sholat Ied umat Islam lebih nyaman menjalankan ibadahnya. Jadi sekali lagi saya tegaskan issue itu tidak benar dan sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab”ujar Bupati Don. 

Kepada masyarakat Kabupaten Ende, Bupati Don berharap agar tidak mudah terprovokasi oleh Issue tersebut, tetapi harus lebih bijaksana mencerna semua issue atau informasi yang diterima.(Humas Pemkab Ende/Ira Seso)

Ngilo Mbeja...

BUPATI ENDE RESMIKAN SUMUR BOR PESANTREN WALISONGO ENDE


Bupati Ende, Don Bosco M. Wangge Kamis 29/08 meresmikan sumur bor Pondok Pesantren Walisongo Kelurahan Rukun Lima Kecamatan Ende Selatan. Acara peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Ende disaksikan Dandim 1602 Ende, Wakil Kepala Kepolisian Resor Ende, Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Ende, Ketua PHBI Kabupaten Ende, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 dan jajarannya, Camat Ende Selatan tokoh agama, tokoh masyarakat, Kelompok Pengajian sewilayah Kecamatan Ende Selatan, para santri dan pengajar Pondok Pesantren Walisongo.  

Dalam arahan singkatnya Bupati Ende Don Bosco M. Wangge memberikan apresiasi kepada Pimpinan Pondok Pesantren terkait pembangunan pondok tersebut . Karena seperti diketahui pada awalnya bentuk bangunan pondok masih sangat sederhana, namun seiring berjalannya waktu bangunan tersebut semakin berkembang dan layak menjadi tempat hunian bagi para santri. 

Lebih lanjut Bupati Don mengatakan, apabila selama ini ketersediaan air menjadi kendala bagi Pondok Pesantren Walisongo maka dengan dibangunnya sumur bor ini akan menjawab persoalan air yang terjadi di pesantren selama ini. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bagi santri maupun pengasuh pesantren, tidak lagi mengandalkan air tanki yang dibeli setiap hari seperti yang terjadi selama ini. Kehadiran sumur bor ini demikian Bupati, diharapkan tidak saja mendukung segala bentuk kegiatan pembangunan maupun rutinitas warga pondok namun juga bagi warga yang berada disekitarnya. 

Kepada pengurus pesantren dan para santri Bupati juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini pemerintah daerah terkesan kurang memberikan perhatian secara rutin kepada keberadaan pesantren ini. Kondisi ini bukan berarti pemerintah daerah akan tinggal diam dengan berbagai persoalan yang terjadi di pesantren ini. Tinggal bagaimana pihak pesantren membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah. 

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Charisal A. Manu sebagai pelaksana pembangunan sumur bor, pada kesempatan itu menjelaskan, pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan secara bertahap . Untuk Tahun 2013 pekerjaannya meliputi pada pemboran sumur bor dengan kedalaman 60 sampai 70 meter dan untuk Tahun 2014 dilanjutkan dengan pembuatan bak – bak penampung dan pipa salurannya.(Humas Pemkab /Ira Seso)

Ngilo Mbeja...


Setiap peternak wajib memperhatikan kondisi ternaknya masing-masing agar produktifitas ternaknya sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu aspek yang berpengaruh pada produktifitas ternak adalah pakan ternak. Ini penting, karena dengan pakan yang baik, berkualitas dan teratur dapat menopang peningkatan produksi ternak secara bekelanjutan.
  
Demikian penegasan Bupati Ende Drs.Don Bosco M.Wangge,M.Si ketika memberi sambutan pada rangkaian acara kegiatan peresmian Kantor sekertariat kelompok Tani Firdaus di Desa Ropa –Kecamatan Wewaria tanggal 20 Agustus 2013. “Ketersediaan pakan ternak yang mencukupi merupakan salah satu faktor penunjang peningkatan kualitas produksi ternak yang dihasilkan, sehingga ternak bukan lagi menjadi hama di desa” tegas Bupati Don Wangge. 

Kegiatan peresmian yang diawali dengan panen perdana kinggrass, rumput gajah, sorgum dan setaria oleh Bupati Ende tersebut diikuti dengan pengresmian Kandang Sapi UPPO (Usaha Pengelolaan Pupuk Organik) yang merupakan bantuan yang bersumber dari APBN pusat dengan total dana sebesar Rp.340.000.000,- 

Lebih lanjut Bupati Don mengatakan, Unit UPPO merupakan salah satu dari unit kerja Kelompok Tani Firdaus, yang merupakan inisiator dan pengelola kegiatan yang juga bergerak pada bidang pertanian dan kelautan, dibawah asuhan Romo.Dominikus Wawo, Pr. Kelompok ini berkembang pesat menjadi kelompok tani yang besar. Hal ini dibuktikan dengan perkembangan keanggotaan yang juga mencakup Kecamatan Wewaria dan Kabupaten tetangga Nagekeo serta pembentukan unit usaha spesifik kelompok horti ikan air tawar, kelompok rosela dan kelompok pakan ternak. 

 “ Saya mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas perhatian pemerintah dan komisi PSE Keuskupan Agung Ende atas bantuan fisiknya serta pembinaan kepada kelompok Firdaus, tetapi saya berharap agar dukungan pemerintah tidak berhenti dan dilanjutkan dalam hal promosi dan pemasaran hasil-hasil produksi kelompok,”demikian sekilas harapan Yofianus Siga selaku general manager Kelompok tani Firdaus agar perkembangan kelompok tani Firdaus tetap mendapatkan perhatian pemerintah.(Piuz- humas ND)

Ngilo Mbeja...
Diberdayakan oleh Blogger.